Tuesday, April 7, 2009

Program Pelatihan "NCB" untuk Revolusi Pola Pikir

Revolusi Pola Pikir

Seiring jalannya sejarah bangsa in The Founding Father kita Bung Karno pernah mengatakan “Revolusimu belum selesai!”, maka dari itu mendesaklah dalam waktu sekarang ini untuk membentuk dan menggali kembali pola-pikir yang sudah terkontaminasi virus-virus yang merusak dan mengubur kembali Panca Sila sebagai budaya lokal "gotong-royong" dan nilai-nilai The Founding Fathers sebagai jati diri bangsa ini. Membangun karakter kehidupan berbangsa yang lebih baik harus dimulai dari pola pikir, terutama dalam menumbuh kembangkan nilai-nilai luhur kemanusiaan termasuk kesadaran terhadap arti penting pembangunan watak karakter moral bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam seluruh aspek wawasan nusantara "IPOLEKSOSBUDHANKAM" demi tercapainya kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Adapun Virus-virus yang menyerang dari pemikiran yang merusak moral-moral dan sendi-sendi Panca Sila itu adalah :

1. "Virus fundamentalis agamis" dimana masing-masing agama menunggalkan kebenarannya masing-masing dan cenderung mengarah ke fanatisme agama yang justru saling bermusuh-musuhan bukannya membuat perdamaian di bangsa yang paling heterogen ini.
2. "Virus Kelirumologi" yaitu sebuah virus yang sering membuat salah kaprah dalam memahami gejala-gejala sosial dalam masyarakat seperti sikap yang suka bergunjing dan bergosip dianggap kebiasaan, hedonisme yang merupakan dasar alasan koruptor menjadi sebuah keharusan oleh karena tuntutan pergaulan dengan materi dan jabatan sebagai tolak ukur dalam bermasyarakat.
3. "Virus Neo-Imperialisme" yaitu virus yang membuat bangsa ini merasa “bangsa kambing” dan merasa Inlander terhadap bangsa lain. Tetapi ingatlah kata Bung Karno “siapa yang bisa merantai suatu bangsa, kalau semangatnya tak mau dirantai? siapa yang bisa membinasakan suatu bangsa kalau semangatnya tidak mau dibinasakan?”, dan juga kata Bung Hatta “ Lebih suka kami melihat Indonesia tenggelam kedasar lautan, daripada melihatnya sebagai embel-embel abadi pada Negara asing” Begitulah pesan-pesan untuk menginsyafi nasionalisme oleh Bung Karno dan Bung Hatta sebagai The Founding Fathers bangsa ini.
4. "Virus Individualisme" yang menggerus rasa perikemanusiaan yang melupakan bahwa kita adalah makhluk sosial sehingga justru membentuk perilaku manusia yang acuh tak acuh dan sangat mementingkan dirinya sendiri sehingga tidak bisa lagi merasakan penderitaan saudara sebangsa dan setanah airnya yang menderita akibat kemiskinan,
5. "Virus Pragmatisme" dimana virus ini akhirnya akan menunggalkan kebenarannya masing-masing akibat pragmatisme berpikir ini menimbulkan kebenaran yang satu tidak menghargai kebenaran yang lainnya dan sering kali kekecewaan atas kebenarannya yang tidak diterima justru menimbulkan kerusuhan yang membuat perpecahan, pertengkaran yang memakai topeng suku-suku,agama-agama yang sangat meresahkan masyarakat.

Inilah virus-virus yang timbul dari pola pikir yang diracuni dari dalam maupun luar diri kita sebagai bangsa yang berpedoman kepada Panca Sila ini sehingga kini telah hilang kepercayaan dirinya oleh karena pola pikirnya sendiri yang justu membelenggu kemerdekaan berpikirnya. Inilah Revolusi terberat yang harus dihadapi sebuah bangsa apapun. Dan bangsa apapun itu akan diambang kehancuran karena melupakan dua hal yang sangat mendasar dalam pola-pikir yaitu budaya dan sejarah bangsanya. Inilah Revolusi Pola Pikir dimana yang menjadi musuh terbesar kita adalah hawa nafsu dalam diri kita sendiri degan berbagai macam kepentingan hawa nafsunya. Revolusi Pola Pikir adalah Proses pembedahan alam bawah sadar pola pikir untuk kembali pada jati diri sehingga membentuk suatu karakter bangsa yang sesuai dengan jiwa dan semangat Panca Sila, Nilai-nilai budaya luhur dan The Founding Fathers bangsa ini untuk kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Maka Revolusi ini diperlukan karena telah bergesernya tatanan serta nilai-nilai budaya luhur masyarakat di masa-masa kemerdekaan dahulu dengan tatanan yang ada dalam masyarakat saat ini. Suatu Revolusi “dimasa kebangunan ini, maka sebenarnya tiap-tiap orang harus menjadi pemimpin, menjadi guru.” (Di Bawah Bendera Revolusi jilid I – Ir. Soekarno)

MATERI DAN METODOLOGI

Materi :

Visi dan Misi pembelajaran yang mengedepankan penyatuan pola pikir dan Rasa dalam bersikap dan berperilaku peserta didik untuk mengoptimalkan dirinya dalam menghadapi masalah sehari-hari.

Materi,Pokok,Bahasan,Aspek Yang Dikembangkan,Metode :

1 Mengingat Jati Diri Menggali Potensi dalam diri dengan menyadarkan jati dirinya sesuai dengan Sila I dalam Panca Sila. Memahami hak dan kewajiban sesuai tugas,pokok, dan fungsi diri sehari-hari berdasarkan nilai-nilai budaya lokal dan Panca Sila Ceramah, diskusi, dan perenungan
(2 jam)
2 Mengembangkan rasa Perikemanusiaan Menggali dan mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan dalam diri sesuai dengan Sila II dalam Panca Sila. Menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama, toleransi dan menghargai perbedaan sebagai makhluk sosial. Ceramah, diskusi, dan perenungan
(2 jam)
3 Mengembangkan rasa Nasionalisme Menggali persatuan dan kesatuan rasa cinta tanah air, bangsa dan negaranya sesuai dengan Sila III dalam Panca Sila. Menumbuhkan Rasa percaya diri dalam berkebangsaan dengan sikap saling menghargai sesama bangsa lain. Ceramah, diskusi, dan perenungan
(2 jam)
4 Mengembangkan sikap berorganisasi dalam berdemokrasi dalam bernegara. Menumbuhkan sikap saling asah, asih, dan asuh dalam bermusyawarah berazaskan kekeluargaan dan budaya lokal sesuai dengan Sila IV dalam Panca Sila. Meningkatkan rasa pengabdian dan disiplin sesuai hukum Negara terhadap tugas-tugas pokok Warga Negara dan dalam lingkungan kerjanya. Ceramah, diskusi, dan perenungan
(2 jam)
5 Mengembangkan Sikap adil dan saling Gotong-Royong untuk mencapai kesejahteraan sosial Menumbuhkan sikap saling asah, asih, dan asuh dalam bermusyawarah berazaskan kekeluargaan dan budaya lokal sesuai dengan Sila V dalam Panca Sila. Memahami Tanggung Jawab Sosialnya sebagai manusia terhadap Tuhan, Manusia, dan Alam semesta beserta isinya. Ceramah, diskusi, dan perenungan
(2 jam
6 Pembedahan Alam Bawah Sadar untuk membentuk Pola Pikir yang merdeka. Pengembangan wawasan peserta pada hubungan antara aspek IQ-AQ, EQ, dan SQ sebagai control system dalam dirinya. Penerapan system kontrol dalam diri IQ-AQ- EQ-SQ dalam kehidupan sehari-hari. Ceramah, Personal test, dan diskusi
(4 jam)
8 Achievment Motivation Training Motivasi berprestasi untuk meningkatkan pencapaian tujuan hidupnya sesuai potensi dirinya. Menumbuhkan semangat juang dan potensi dirinya untuk tetap konsisten dan bertanggung jawab tehadap potensinya. Ceramah, Diskusi, Menulis, Tanya jawab
(4 jam)
9 Small Business Management Memahami manajemen UKM dan Koperasi untuk kegiatan Ekonomi Riil. Menumbuhkan Sikap produktivitas untuk mencapai kebutuhannya sehari-hari. Ceramah, Diskusi, Tanya jawab
(2 jam)
10 Penyesuaian potensi diri, SDA, budaya lokal dan profesinya. Memahami tehnik penyesuaian potensi diri, budaya lokal dan SDA sesuai dengan profesinya. Menumbuhkan kesadaran akan potensi diri, budaya lokal dan SDA untuk menyesuaikan pofesinya. Ceramah, diskusi, Tanya jawab
(2 jam)
11 Manajemen Resiko dan Pemecahan masalah. Memahami tehnik pemecahan masalah dan manajemen resiko secara sistematis Teori-teori manajemen resko dan pemecahan masalah. Diskusi kelompok, permainan (3 jam)
12 Penyatuan Pola Pikir dan Rasa dalam diri Mengenal kekuatan rasa dalam jiwa dan cara mengolahnya untuk dijadikan daya lakunya. Kekuatan penyatuan rasa dalam diri dan pola pikir dalam kehidupannya. Drama,Ilustrasi, Imajinasi, Olah rasa (4 jam)
13 Benang Merah Rangkuman dan hubungan setiap tahap-tahap pelatihan. Mutual learning, Learning by doing, and Symbiosis Learning Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab
(2 jam)

Metodologi Pelatihan

Metode yang akan digunakan dalam pelatihan NCB ini adalah metode CAKRA (Cipta, Karsa, dan Rasa) dengan 3 tahap proses yaitu :

1. Cipta (proses pembentukan pola pikir)
2. Karsa (proses pengaktualisasian diri)
3. Rasa (proses penyatuan pola pikir dan rasa dalam kalbu)


Metode pelatihan yang diberikan oleh Instruktur kepada peserta didik adalah sesuai dengan budaya lokalnya masing-masing dengan cara-cara, ilustrasi-lustrasi, gambaran-gambaran yang sering terjadi dalam kehidupannya sehari-hari. Setiap peserta didik tidak hanya mendapatkan peningkatan kapasitas diri berdasarkan niai-nilai psikologis dari Panca Sila, atau pengembangan wawasannya saja, tetapi juga terjadinya proses perubahan perilaku yang positif dan kekuatan mental yang dahsyat.

Dampak dari metode pelatihan ini akan membangun motivasi berpretasi dan daya juang yang tinggi untuk melakukan pembenahan dan perubahan landasan berfikir. Dan juga peserta didik akan bertindak secara revolusioner yaitu dengan membedah paradigma yang membatasi pemikirannya sekaligus akan menggali kembali nilai-nilai Budaya dan sejarah bangsa ini karena jika sebuah bangsa melupakan sejarah dan budaya, maka bangsa itu sedang diambang kehancuran. Dan jika sebuah bangsa dimulai dengan suatu kejujuran sejarah dan menghargai budayanya barulah bangsa itu siap untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.

Melalui proses Pembentukan, pengamalan, dan penyatuan rasa dan pola pkir dalam dirinya diharapkan agar peserta didik sadar akan jati dirinya serta berkarakter berbangsa dan bernegara dan juga memiliki rasa nasionalisme, patriotic, daan berdaya juang tinggi untuk mengabdikan dirinya menjadi Abdi Negara dalam bingkai pengabdianya terhadap Tuhan Yang Maha Esa .

TEAM PELAKSANA TENAGA AHLI PELATIHAN

1 Leader
2 Master
3 Instruktur
4 Administrasi


Waktu Kegiatan

Program pelatihan pembekalan “Nation Character Building” Memerlukan waktu belajar yang efektif adalah selama 2 hari.

Laporan Kegiatan

Dengan mengikuti Program Revolusi Pola Pikir dengan membedah,mengamakan dan menyatukana pola pikir dan rasa selama 2 hari, maka para peserta pembekalan "Nation and CharacterBuilding" akan mendapatkan lembar laporan prestasi kegiatan dan sertifikat.

PENUTUP

Dengan Revolusi Pola Pikir ini dimana musuh dalam tiap-tiap manusia adalah Hawa Nafsu dalam dirinya yang menguasai dirinya maka diharapkan dengan Program Pelatuhan ini, bangsa kita akan sadar dengan jati dirinya bahwa semua tindak tanduk dalam hidupnya adalah sebuah moral pengabdian seutuhnya kepada Negara dan terlebih utama lagi kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dan diharapkan dengan pelatihan ini peserta didik akan lebih tertarik untuk menggali Nilai-nilai The Founding Fathers yang terkandung dalam Panca Sila, dan juga menggali sejarah dan budayanya sendiri yang akhirnya akan membuat suatu generasi bangsa ke depan yang jujur, kuat dan berdaya juang tinggi dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang terbentuk dala sebuah laku moral Bela Negara sehingga bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih bermartabat di mata bangsa lain. Dengan ini kami tutup dengan perkataan sang proklamator kita.

• Bung Karno “siapa yang bisa merantai suatu bangsa, kalau semangatnya tak mau dirantai? siapa yang bisa membinasakan suatu bangsa kalau semangatnya tidak mau dibinasakan?”
• Bung Hatta “ Lebih suka kami melihat Indonesia tenggelam kedasar lautan, daripada melihatnya sebagai embel-embel abadi pada Negara asing”

Hormat kami,
TTD
Andy Shabet
Ketua Umum
DPP AIPKI

No comments: